Ternyata Aku Tak Sekuat Itu!

By Chela Ribut Firmawati - May 06, 2026

Ternyata manusia punya batas limitnya juga,ya. Kupikir aku adalah wanita kuat yang tahan banting. Manja dikit paling dikasih tolak angin sudah cukup. Kemudian tidur pulas seharian tanpa ada gangguan namun ini halu dulu deh karena ketiga anakku memang tidak bisa sejauh itu denganku. Kupikir dengan minum kopi dan makan enak bisa membuat tubuh yang agak loyo bisa kembali fit. Ternyata oh ternyata, princess tumbang juga seminggu kemarin. 

salah satu tugas berat itu terselesaikan


Mari sedikit kita telusuri selama sebulan terakhir sehingga princess yang cantik jelita ini tumbang. Meski lebaran sudah memilih hemat tenaga dengan memilih juga silaturahmi ke orang yang kuanggap penting saja, ternyata pikiran yang terkuras menjadi penyebab utamanya. Lebaran tahun ini aku dan papa menjadi tuan rumah acara keluarga besar ibu. Pikiran terkuras beberapa bulan sebelumnya dengan memikirkan menunya apa saja, duitnya nanti dapat dari mana selain dari iuran anggota, nanti cukup nggak mengingat menjelang lebaran semua harga kebutuhan pokok jelas naik. Disini aku sangat terbantu dengan kesediaan ibuk Eni sekeluarga karena sudah sangat ngeguhke dari belanja dan lain-lain. 

Kupikir setelah lebaran dan menjamu keluarga besar ibu semua akan kembali normal lagi. Ternyata drama baru dimulai dengan art ku. Karena keharusan aku dan papa masuk kerja dari tanggal 25 Maret 2025 san kuminta untuk berangkat, beliau menolak dengan alasan masih ada acara keluarga. Oke, aku berusaha memaklumi. Lantas di tanggal 30 Maret 2026 notabene sekolah sudah masuk semua dia masih menolak berangkat dengan alasan masih ada acara di saudaranya. Oke baik, papa memintaku bersabar menghadapi tingkahnya sementar AKU CAPEK MENGURUS RUMAH, KERJA DAN ANAK-ANAK. 

Kemudian aku menjalankan skenario hidupku kembali seperti setahun yang lalu. Berangkat dan pulang membawa dua bocil karena mereka aku percayakan kembali ke ibuk sambil menunggu kepastian art ku yang katanya akan masuk kerja lagi setelah tanggal 15 April. Tahu sendiri bagaimana menanti kepastian itu? energi terkuras habis karena aku benar-benar menahan diri untuk tidak emosi. Bangsat emang!

Dan belum juga sampai di tanggal 15 April aku mendapat kabar bahwa art tidak kembali dan sayangnya dia tidak mau berpamitan secara baik-baik. Aku  berusaha mencari apa salahku dan suami tapi kesalahan tidak di aku dan suami. Dia yang memang tidak bisa bersyukur dengan semua yang sudah kami berikan. Oke cukup akupun juga menutup komunikasi dan semua akses dengan art ku karena SUDAH MUAK. 

Pikiran terkuras, fisik juga dan akhirnya aku tumbang. 

Tubuh sekokoh ini meski aku tidak makan semen tiga roda ternyata aku ada di titik penuh, capek dan di siang bolong aku luapkan emosi yang kupendam dengan menangis sejadi-jadinya. Gimana nggak capek, tubuh seseksoy ini dengan otak yang kapasitasnya tak seluas dapur MBG harus memikirkan banyak hal. Mana dorongan dan tuntutan mencari art pengganti juga tak semudah menarik celana kolor Berli, kan. Aku nggak ngerti apa memang harus ditakdirkan menjalani ritme hidup seperti dulu lagi dimana berangkat dan pulang kerja harus membawa anak-anak dan urusan rumah pakai jasa art khusus bersih-bersih. 

Ah aku tak tahu.... hanya saja aku selalu berandai bahwa keremponganku ke sekolah bisa aku handle dengan satu unit xpander ultimate berwarna hitam yang gagah itu. Belang di tanganku pasti akan sirna. Tapi.... BPD tak semudah itu mencairkan dana pinjamannya. wkwkwk.

Hari demi hari aku jalani dengan "piye paa? Aku kesel!!!" kadang "Anak-anak piye paa??? aku juga pengen kerja dengan tenang, pa!" sementara suara di luar sana "Cari orang lagi aja!" dan kalau nggak cocok kerjaannya ya nggak cocok gajinya. astagaaa. 

Tapi aku lupa..bahwa hidup adalah seni menikmati syukur dan sabar. 

Bersyukur karena pada akhirnya ibuk Eni menerima pinanganku untuk menjaga anak-anak selagi aku kerja. Dengan konsekuensi aku harus wara-wiri membawa anak-anak setiap berangkat dan pulang. Sedangkkan sabarnya adalah ya memang harus begini yang dijalani. Dan sabar cari orang yang bisa kupercaya untuk menghandle urusan rumah selagi seminggu dijatah datang 3 kali. 

Namanya manusia kan, ya. Capek dan akhirnya tumbang hingga asam lambung yang berakibat aku tak menyentuh kopi selama seminggu lebih. Yang capeknya tidak hanya kelelahan fisik tetapi juga mental. Dan aku yakin tidak semua orang bisa melewatinya. Aku bisa melewatinya meski dengan piya piye dan ya allah ya allah. 

Kadang memang menjalani kehidupan saat kita dewasa itu teramat sangat melelahkan. Kita tidak bisa hidup sepenuhnya untuk diri sendiri. Ada jiwa lain yang menggantungkan dirinya ke kita dan capek juga menjadi pura-pura kuat. 

Pada akhirnya selalu berdoa ke Tuhan.... "jangan berat-berat ujiannya ya Tuhan. Tidakkah kau ingat sehancur apa mentalku di sepanjang 2023 sampai 2024?" dan yang dibutuhkan adalah menjalani skenario hidup dengan haha hihi aja nggak sih?

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)