Perjalanan Gigi Impaksi : Sakitnya Ya Tuhaaaaaaaannnn!!!!!
Rasanya memang masih terbantu dengan bius, tetapi aku merasakan gusiku yang ditekan sebegitu kuat mengakibatkan bius kayak nggak ada gunanya. Tangan gemetar dan pegang gelas untuk kumurpun terasa nggak berdaya. Dan akupun memang merasakan ini tuh beneran sakit.
"Wes to.. Lara kui mengko!! Ora kayak dicokot semut!! Luwih lara.. Yaaa kayak dicokot singo ngono kui lah!". Pengakuan Bunda Dyah Sul yang sebelumnya sudah melakukan tindakan bedah mulut karena impaksi gigi. Kembali aku menanyakan gimana rasanya dan jawaban dia tetap sama. Sementara dua jam lagi aku berencana ke Yakkum untuk daftar ulang pendaftaran dan tindakan bedah mulut sesuai dengan antrian BPJS.
Rasanya aku sedang berada di kapsul orion. Ruangannya kecil dan terdapat alat yang berdiri tegak dan kokoh dengan warna putih. Empat orang tenaga medis yang mungkin sedang magang mencoba mengatur supaya mendapatkan jepretan yang pas. Mereka saling berdiskusi tepat di hadapan wajahku. Dengan kondisi mulut menggigit sebuah alat yang dilapisi plastik klip.
Gerobag bakso itu berwarna biru. Mangkal di depan rumah orang, dekat dengan lokasi orang sedang punya hajat. Motor grand astrea 96 diparkir ibu di dekat gerobag bakso itu. Dan aroma baksonya semerbak sekali.
ada ruang di hati yang kosong, bahkan rasanya hati patah dan tidak sepenuhnya kembali utuh. Jiwa ada yang hilang dan entahlah masih bisa bertahan sampai detik ini juga rasanya sebuah keajaiban.
Meskipun hubunganku dengan ibu di tiga tahun sebelum ibu pergi mulai membaik, rasanya kalau waktu bisa diputar, aku bisa bilang ke Tuhan dan minta untuk kembalikan ibuku di kehidupanku.
Ibuku yang tidak lulus SD tapi sayang dan cintanya dia sejagad bimasakti aja kureeng. Ah udahlah..... Dia sosok yang benar-benar bikin aku jauh lebih rapuh. Kalau kalian lihat aku haha hihi aslinya nggak begotu banget. Kosong.
Semua terasa beda sampai di detik inipun. Aku pengen cerita ke ibu, entah cerita receh di sekolah, cerita habis belanja dan semua bahan pokok naik, cerita lihat ada gamis bagus dan cocok buat ibu, cerita kalau lagi berantem sama suami. Bahkan nangis ke ibu karena ada slek sama suami.
"Gapapa... Dimaafin aja. Selagi dia kembali dia masih berkomitmen sama keluargamu!" pesan terakhir beliau dan setelahnya memastikan aku tetap baik-baik saja.
Begini amat sih, buk. Aku capek! ðŸ˜
Ternyata manusia punya batas limitnya juga,ya. Kupikir aku adalah wanita kuat yang tahan banting. Manja dikit paling dikasih tolak angin sudah cukup. Kemudian tidur pulas seharian tanpa ada gangguan namun ini halu dulu deh karena ketiga anakku memang tidak bisa sejauh itu denganku. Kupikir dengan minum kopi dan makan enak bisa membuat tubuh yang agak loyo bisa kembali fit. Ternyata oh ternyata, princess tumbang juga seminggu kemarin.
![]() |
| salah satu tugas berat itu terselesaikan |
Kapan terakhir motoran sama mbak? Seingatku ketika dia masih menjadi staf di kantor dinas kesehatan yang lokasinya dekat dengan SMP ku. Dijemput pulang sekolah lalu aku minta dijajanin bakso Mbah Gito. Primadonanya bakso di Purwodadi saat itu. Setelahnya aku tidak ingat lagi kapan motoran berdua. Nggak tahu deh kalau dia. Hahaha.
Daripada ngasih nasehat yang sebenarnya tidak kita butuhkan pada saat itu. Kok nasehat sih, malah yang ada semacam peringatan ke kita untuk menerima kejadian yang suatu saat akan kita hadapi seperti teman yang orang lain ceritakan.

Jalanan Jogja masih seperti biasa. Selalu ramai namun hujan rindu dengan suasana Jogja selalu menjadi candu. Menyusuri trotoar pinggiran titik nol kilometer, panas pun tak ku rasa. Berjalan kaki dengan rombongan ranger pink menuju Malioboro. Entah akan kemana para ranger pink itu yang jelas sekitaran Malioboro menjadi tujuan menghabiskan saldo rekening sebelum nanti klunting lagi.












.png)


