Perjalanan Gigi Impaksi : Sakitnya Ya Tuhaaaaaaaannnn!!!!!
Rasanya memang masih terbantu dengan bius, tetapi aku merasakan gusiku yang ditekan sebegitu kuat mengakibatkan bius kayak nggak ada gunanya. Tangan gemetar dan pegang gelas untuk kumurpun terasa nggak berdaya. Dan akupun memang merasakan ini tuh beneran sakit.
"Wes to.. Lara kui mengko!! Ora kayak dicokot semut!! Luwih lara.. Yaaa kayak dicokot singo ngono kui lah!". Pengakuan Bunda Dyah Sul yang sebelumnya sudah melakukan tindakan bedah mulut karena impaksi gigi. Kembali aku menanyakan gimana rasanya dan jawaban dia tetap sama. Sementara dua jam lagi aku berencana ke Yakkum untuk daftar ulang pendaftaran dan tindakan bedah mulut sesuai dengan antrian BPJS.
Rasanya aku sedang berada di kapsul orion. Ruangannya kecil dan terdapat alat yang berdiri tegak dan kokoh dengan warna putih. Empat orang tenaga medis yang mungkin sedang magang mencoba mengatur supaya mendapatkan jepretan yang pas. Mereka saling berdiskusi tepat di hadapan wajahku. Dengan kondisi mulut menggigit sebuah alat yang dilapisi plastik klip.
Gerobag bakso itu berwarna biru. Mangkal di depan rumah orang, dekat dengan lokasi orang sedang punya hajat. Motor grand astrea 96 diparkir ibu di dekat gerobag bakso itu. Dan aroma baksonya semerbak sekali.





.png)


