Objek Wisata di Medan
yang Akan Saya Kunjungi - Keliling Indonesia adalah satu dari sekian
banyak mimpi saya. Bukan hanyaTorajas aja yang menjadi incaran saya dalam menikmati
kekayaan Indonesia, sepertinya Sabang sampai Merauke pun asyik dan sangat menanti
untuk bisa saya kunjungi. Tapi saya masih harus menyimpan mimpi itu, dan harus mensyukuri
karena saya masih bisa menikmati belahan Indonesia lainnya. Walaupun masih ngarep
banget buat jalan-jalan keliling Indonesia.
![]() |
| bu guru |
Saya ingat dulu jaman
kecil bapak beliin papan tulis kecil lengkap dengan kapur dan penghapusnya. Ibu
beliin mainan huruf abjad yang saat itu sampai nangis-nangis ditempat gegara
saya ngeyel minta buat dibeliin. Setiap malam sehabis solat magrib bapak siap
dengan pentungan stik drum dan duduk bersila di depan papan tulis kecil itu. Sebuah
kalimat “ini budi” ngehits sekali jaman kecil saya, dan itu berulang saya baca karena
buku paket “Gemar Bahasa Indonesia” isinya ya soal si budi dankeluarganya. Belum
lagi bapak mewajibkan saya untuk berdiri tegak menyanyikan lagu nasional dan
harus diulangi kalau salah lirik. Peran ibu saat itu sebagai satpam televisi kali
aja saya curi-curi kesempatan buat menyalakan TV pas ditinggal bapak sholat
isya.
Bersiap Menyambut Online Revolution dari Lazada
By Chela Ribut Firmawati - November 09, 2015
![]() |
| credit : google |
Sekarang kalau mau apa-apa jadi
mudah karena kecanggihan teknologi, salah satunya adalah belanja. Memang sih
sekarang buat me time jadi berkurang,
bahkan buat belanja pun harus bener-bener curi waktu. Secara Intan masih
menolak dot jadi mikir dua kali buat ditinggal lama. Padahal saya lagi pengen
beli baju dan celana baru, secara pasca melahirkan ukuran badan agak gemukan
sedikit. Tapi kapan coba belanjanya kalau begini. Masa iya Intan diajak
ngemall, mana boleh tuh sama papahnya.
Batik adalah satu dari khasanah
budaya Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa batik yang dulu hanya identik
dengan orang tua kini sudah meluas sampai ke kalangan muda. Yang dulunya Cuma dikenal
di beberapa daerah tertentu kini batik jauh lebih mendunia. Bahkan sekarang ini
banyak banget ragam batik yang semakin hari semakin bermunculan, ditambah lagi
model mengkreasikan batik kini juga sangat beragam.
Agustus belum
berakhir sebenarnya, tapi euforia 17an alias pitulasan masih aja terasa.
Meskipun kemarin tanggal 19 dan 20 Agustus kota Purwodadi dihebohkan dengan
pawai atau karnaval mulai dari jenjang paud sampai instansi daerah. Semua
penonton tumplek blek dan gak mau ketinggalan perhelatan setahun sekali itu.
Begitupun saya, perut gedhe tapi tetep aja duduk manis menyaksikan pawai.
![]() |
| cincin akik papa |
Lagi demam ya?
Nebelin alis sampe dibela-belain sekarang ini banyak banget jasa sulam alis.
Trus banyak juga yang lagi demam sama batu. Yes!! Batu akik. Entah siapa yang
awalnya memboomingkan batu akik sampai-sampai ketenarannya sekarang ini
diperbincangkan dimana-mana.
Sebenarnya ini bukan samwan spesyel. Cuma kita
emang udah memplokamirkan diri sebagai seorang sahabat. Yes, kisah nostalgia
putih abu-abu yang mendekatkan aku sama temanku ini. Kebetulan juga dia bentar
lagi mau nikah sama temen aku jaman smp. Yes, selamat mempersiapkan pernikahan
ya, bro!
![]() |
| laptopnya beramai-ramai |
![]() |
| mereka |
Nak,
Malam 17an lalu mungkin di tempat
kalian digelar acara tirakatan. Ya, tirakatan menyambut HUT RI yang ke 69. Dari
rumah, ibu cukup mendengarkan lantunan sambutan dan doa setelah itu berlanjut
dengan dendangan lagu-lagu dangdut. Ramai, ramai sekali. Kembang api mengudara
dari sisi timur rumah ibu. Ah.. mereka gegap gempita menyambut esok hari dimana
Indonesia akan berumur 69 tahun kemerdekaannya.
Saya sudah capek dan lelah ketika banyak rakyat Indonesia
seolah-olah membenci negaranya sendiri. Banyak yang mengatakan negeri ini sudah
hancur, kasus korupsi dimana-mana, rakyat tidak makmur, bahkan pendidikan
sangat mahal. Sering juga lihat di berita pertikaian antar suku, etnis agama, teror
bom dimana-mana. Hatiku miris, inikah Indonesiaku?
![]() |
| bersama mereka, kami untuk Indonesia |
Seneng deh setiap hari senin
sampai sabtu saya melihat mereka. Semangat mereka untuk belajar meskipun kami
berada dalam lingkup serba sederhana. Sarana prasarana belajar yang sederhana,
tapi saya berhasil membawa mereka memiliki mimpi yang lebih dari sederhana.
Belum lagi ketika saya bertanya tentang negeri yang mereka cintai serempak
anak-anakku bilang Indonesia. Rasanya, memang saya bangga menjadi anak negeri
yang katanya negeri paling kaya, baik itu kekayaan alamnya, budaya, agama,
sampai suku dan ras.







.png)


