DISCLAIMER : JIKA MEMBACA POST INI SAMBIL MAKAN ATAU NGEMIL, SO SORY KALAU NAFSU MAKAN KALIAN TETIBA HILANG. JANGAN BURU-BURU DI CLOSE, BACA AJA DULU. WKWKWKWK
Entahlah... Mimpi buruk apa yang malam itu mampir di tidurku. Yang jelas semenjak bangun tidur aku nggak ada firasat apa-apa kecuali masih memendam rasa sebel ke papa akibat beliau lupa hari ulang tahunku.
![]() |
| by google |
Urusan gosok
gigi itu dulu saya terbilang anak yang malas. Makanya ganjaran yang saya
dapatkan adalah saya harus mengalami sakit gigi dan sampai sekarang
meninggalkan gigi bolong. Buat cabut gigi ke dokter pernah saya coba selama
tiga kali, tapi dalam kondisi bengkak dan dokter menyarankan saya datang lagi
kalau sudah tidak bengkak. Tapi sampai sekarang? Nyatanya saya parno ke dokter
gigi padahal sebenarnya pengen banget.
Salam Pramuka!!
14 Agustus 2015 Indonesia memperingati 54 tahun Pramuka. Dengan mengusung
semboyan " Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan Dalam Pembentukan
Karakter Kaum Muda". Seperti biasa hari pramuka diperingati dengan banyak
kegiatan praja muda karana. Ya upacara peringatan, sumpah ulang janji pramuka,
bahkan sampai kemah.
![]() |
| momen kartinian 2015 |
Nggak kerasa ya
libur sekolah tinggal menghitung jam aja. Secara besok disini sudah penerimaan
rapor. Artinya anak-anakku kelas 5 waktunya berpisah sama bu guru. Jadi sedih
deh, ngaku banget kalau selama pembelajaran ini banyak sekali waktu yang
tersita buat diri sendiri. Ya macam persiapan pernikahan, belum lagi
tugas-tugas mendadak suruh ke kantor dinas, sampai harus ga konsen karena
kehamilan di trimester pertama waktu itu. Tiba-tiba pusing trus mual. Hadeh...
![]() |
| mereka |
Nak,
Malam 17an lalu mungkin di tempat
kalian digelar acara tirakatan. Ya, tirakatan menyambut HUT RI yang ke 69. Dari
rumah, ibu cukup mendengarkan lantunan sambutan dan doa setelah itu berlanjut
dengan dendangan lagu-lagu dangdut. Ramai, ramai sekali. Kembang api mengudara
dari sisi timur rumah ibu. Ah.. mereka gegap gempita menyambut esok hari dimana
Indonesia akan berumur 69 tahun kemerdekaannya.
Anak-anakku sekarang menjadi malaikat kecil dan penurut. Jujur, itu sangat membosankan. Akhir-akhir ini nggak ada urat nadi di leher yang kelihatan saat memarahi kenakalan mereka. Hahaha... Mungkin karena bu gurunya cengeng kali ya. Ada murid nakal dan nggak bisa diatur sampe-sampe berlinangan air mata *lebay* buat nasehatin. Kehabisan kata-kata and prinsipku no bullying in the classroom. Cukup senyum dengan jargon "Duh gusti paringono sabaaaarrrrr".





.png)


