Beberapa kali ketemu teman guru yang juga senior dimasa kuliah, selalu nanyain "masih eksis aja di facebook. Masih ngeblog juga?" jawabnya enak juga donk. "ya masih lah... ngeblog itu menyenangkan, kok.". Kupikir pertanyaan akan berhenti sampai di situ saja, eh ternyata masih berlanjut loh. Kebetulan juga, aku ngobrol sama pak Sawijo itu sambil nungguin anak-anak apel pembukaan Jambore kemarin.
Dibalik guru
kecil dan pembuatan blogpost yang selama ini sudah berjejer rapi di lemari
arsip, ternyata tanpa disadari saya melalui beberapa proses yang bisa dibilang
lumayan. Lumayan gampang kalau pas otak bener-bener singkron sama semuanya,
lumayan susah kalau pengen nulis tapi otak lagi macet. Mungkin saya lelah.
Hahaha...
![]() |
| Bang Roni in Action |
Mengabadikan
sebuah momen, tempat, ataupun keceriaan
saat liburan bahkan kumpul dengan teman ternyata menjadi salah satu hal yang tidak bisa ditinggalkan bagi
sebagian orang. Melalui peristiwa yang terekam dalam sebuah foto setidaknya ada
satu makna tersendiri yang menyiratkan bahwa “paling tidak kita pernah dalam
suasana itu”. Nah, ngomongin soal foto yang ada di otak kita pastinya sih harus
punya kamera digital sampai sekelas DSLR, lensa yang mumpuni, dan yang paling
penting adalah skill kita dalam memotret.
Teknologi Pintar Honda Selalu Menjadi Pilihan Keluarga
By Chela Ribut Firmawati - April 14, 2015
Dulu banyak orang bilang kalau motor masuk
dalam kategori barang mewah. Seperti yang kita tahu kepemilikan akan kendaraan
bermotor bisa dihitung dengan jari. Sekarang? Dunia semakin berkembang, jaman
semakin maju bahkan teknologi selalu berinovasi. Bukan hal baru lagi jika
banyak iklan di televisi menawarkan berbagai inovasi tercanggih yang diterapkan
dalam kendaraan bermotor, bahkan untuk mendapatkan motor barupun sekarang
sangat mudah. Padahal kita tahu bbm sekarang naik lagi, jadi pintar-pintarnya
kita memilih motor yang canggih tapi irit.
Saya sudah capek dan lelah ketika banyak rakyat Indonesia
seolah-olah membenci negaranya sendiri. Banyak yang mengatakan negeri ini sudah
hancur, kasus korupsi dimana-mana, rakyat tidak makmur, bahkan pendidikan
sangat mahal. Sering juga lihat di berita pertikaian antar suku, etnis agama, teror
bom dimana-mana. Hatiku miris, inikah Indonesiaku?
Bertemu praja apalagi praja IPDN itu identik dengan penampilan nyentrik, bersahaja, gagah, tampak tomboy, dan tegas. Tetapi kali ini, dari beberapa praja IPDN yang saya temui ada seseorang yang berbeda. Mengenalnya lewat dunia blogging, menjadi silent readers blognya, dan melihat bagaimana cara dia menorehkan tiap kalimat dalam postingannya, tidak tampak image seorang praja. Jika saya menilai gadis praja ini narsis, rame, seru, seperti mas-mas dan terlihat supel.



.png)


