Matahari masih terbilang tinggi meski sudah menuju ke ufuk Barat. Aku tak peduli, kupanggil papa yang sedang bermain handphone di kursi tamu. Aku meminta dia untuk menemani rebahan di kamar bersama anak-anak. Sebentar saja lah, sebelum memandikan Berli. Begitu pikirku.
Teman, saat ini atau lebih tepatnya tiga minggu belakangan ini. Kondisi saya dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja. Tadinya, saya berfikir "ah, alhamdulillah. Setelah ini sudah mulai agak tenang lika-likunya". Akan tetapi, Tuhan Yang Maha memberi ternyata menghadiahkan saya sesuatu, dimana saat ini sebenarnya saya dalam keadaan down. Saya tersadar bahwa jumawa menjadi bagian dalam diri saya saat itu.
School From Home yang Banyak Dramanya!! ~ Belum telat kan buguru bahas ini. Padahal dua hari lagi sudah mulai tahun ajaran baru, meski tetap pembelajaran berbasis online menjadi pilihan saat ini. Setidaknya biar ada kenangan gitu, di blog buguru bahas tentang drama sekolah dari rumah versi gurunya.
Basa Basi Menyebalkan Ketika Lebaran ~ momen lebaran itu memang salah satu momen yang paling dinanti untuk kumpul dengan keluarga. Sanak keluarga tentu akan pulang dari perantauan dan melepas rindu di kampung halaman.
Terimakasih 2018 ~ Di hp aku waktu sudah menunjukkan pukul 23:36 wib. Artinya tinggal hitungan 24 menitan lagi menuju pukul 24:00 wib, dan memasuki tahun 2019. Nggak nyangka aja gitu lho, waktu seolah berlari dan nggak mungkin kan balikan. Haha.. emang mantan bisa balikan.
Ketika Sudut Kota Jogja Mendadak Nostalgic ~ Di perjalanan menuju senja hari itu, suasana mendung bahkan setitik dua titik air turun dari langit. Menyusuri jalur Parangtritis menuju Solo. Hingga melintasi fly over dimana tak begitu jauh tampak sebuah bangunan tinggi bertuliskan "Ambarukmo Plaza". Reflek mulutku berucap "jalanan ini... kala itu... bersama dia". Di suasana yang sama persis seperti yang aku alami saat itu.
Pramuka (lagi)? ~ Mau dibilang aku kena karma sih nggak peduli. Mau dipaksa seperti apa juga aku tetap saja kekeuh sama pendirianku sedari dulu. Tepatnya sedari SMP bahwasannya aku tidak suka dengan kegiatan pramuka. Sekali lagi ya biar enak, NGGAK SUKA KEGIATAN PRAMUKA.
Sebenarnya hari ini hatiku sedang biru. Entah, antara bahagia dan sedih. Tak seperti biasa memang, dan kuharap akan seperti ini terus sampai nanti... 50 atau 100 tahun lagi.
Ketika Kemenangan Belum Menjadi Milik Kita ~ hhheeeeemmmmm.... Memang nyesek ya. Ketika apa yang menjadi keinginan tapi ternyata belum berhasil. Sungguh, kalimat permintaan maaf pagi itu meski hanya kulemparkan melalui pesan Whatsapp rasanya nggak cukup. Namun, respon pak Kepsek benar-benar membuatku lega.
"Ndak apa mbak, belum untuk kali ini."
Pagi itu, seperti biasa aku melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Tiba-tiba ada salah seorang bapak-bapak yang mengetok pintu kelas. Layaknya tamu, saya mempersilahkan beliau masuk kelas dan berlanjut memperkenalkan dirinya.
![]() |
| credit : okezone.com |
Aku nggak habis fikir ketika postingan curhatanku ini dishare salah seorang teman guru. Kebetulan kami sama-sama sebagai guru wiyata bakti. Mungkin blio merasa postingan itu mewakili curahan hati mereka. Sesama kaum honorer.










.png)


