By Chela Ribut Firmawati - February 15, 2024
Pembelajaran Jarak Jauh Jilid 2, Siapkah? ~Harusnya, hari ini saya menggunakan seragam dinas yang sedari semalam sudah saya persiapkan dan setrika dengan rapi. Begitupun sepatu yang biasanya beberapa hari sebelumnya sudah saya cuci dan angin-anginkan, ditambah balutan semir sepatu cair supaya semakin mengkilap. Rutinitas yang sama juga biasa dilakukan papa demi menyambut semester genap di tahun ajaran 2020/2021. Bertepatan hari ini, namun rutinitas itu sudah lama tidak kami lakukan untuk menyambut anak-anak di sekolah.
![]() |
| Apa harus begini? |
Awalnya aku nggak tahu, linimasa begitu ramai tentang Pak Guru Budi. Guru seni musik dan masih honorer di daerah Sampang Madura. Berkat tag salah seorang teman, akhirnya aku membaca runtutan peristiwa yang akhirnya nyawa seorang guru harus hilang akibat ulah muridnya.
Apa sih yang kita cari ketika mengikuti sebuah
perlombaan? Klise kalau dijawab mau cari pengalaman. Pastinya kalau ikut lomba
pengennya menang,kan? Saya juga gitu soalnya. Kalau kalah pasti ada perasaan
kecewa di hati, tapi harus disadari bahwa mengikuti lomba memang ada yang
menang dan kalah. Kalau grogi itu pasti, saya aja suka grogi kalau lihat
saingannya. Nah apalagi murid, mewakili sekolah di ajang lomba olimpiade Sains
Nasional. Selain untuk menunjukan sejauh mana pemahaman mereka dalam mapel IPA
dan matematika, juga sebagai ajang pertaruhan kerja keras guru. Bisa
dibayangkan gimana pusingnya dalam pendampingan sebelum lomba.
Anak-anak itu adalah spons paling
ajaib yang Tuhan kirimkan untuk kita. mereka akan menyerap apasaja yang mereka
lihat, dengar, bahkan mereka alami. Anak-anak itu selalu penuh dengan rasa
ingin tau yang sangat tinggi, makanya gak jarang saya sangat kualahan dengan
pertanyaan kritis dari mereka. Bahkan dari tontonan di televisi, mereka sering
ikut menirukan adegan-adegan yang kurang pas untuk seusianya. Pacaran,
sayang-sayangan, saling labrak, dan bahkan banyaknya berita mengenai kasus
tentang kejahatan seks yang korbannya adalah anak-anak.
Sudah lelah
dibilang guru dengan murid pasif bikin saya semakin terpacu untuk lebih
semangat lagi. Seperti postingan saya sebelumnya ketika mereka dibilang anak
pasif bikin saya baper dan mikir sampai pada akhirnya saya dengan persiapan
sederhana aja sih bikin pembelajaran yang asyik. Asyik menurut saya lho ya. Di
pertemuan sebelumnya saya sudah membagi anak-anak menjadi enam kelompok dengan
masing-masing pentolan anak yang masuk kategori pandai.
Mengajar di
kelas empat itu sensasinya ada aja. Apalagi diawal semester satu kemarin kami
sedang masa adaptasi. Karena sekolah kami di regruping maka dari itu semuanya
harus mutasi dan tentunya ada pemerataan dalam pembagian jumlah siswa per
kelas. Jika digabung dan satu rombel melebihi empat puluh anak, maka secara
otomatis dibuat kelas paralel. Begitupun kelas empat B yang saya ampu sekarang
ada dua puluh dua anak dan masuk dalam kategori campur-campur.
Sebelum
penerimaan rapor semester satu kemarin, bu kepala sekolah menyampaikan
keinginan untuk membuat sekolah kami jadi asri dengan beraneka macam tanaman di
taman. Atau lebih kecenya green school gitu deh. Nah dalam mewujudkan misi yang
sekarang ini sudah mulai dilaksanakan, setelah pembagian rapor kemarin
anak-anak gak langsung pulang. Mereka kerja bakti dulu dan menunggu pembagian polybag gratis dari sekolah.
![]() |
| berbagi tugas |
Jadi ceritanya
bu guru lagi kena disminore, makanya agak lemes dan gak semangat. Daripada
semakin gak jelas ngajarnya makanya pembelajaran saya alihkan ke yang lain.
Tujuannya sih biar guru sama murid sama-sama gak jenuh aja di dalam kelas.
Meskipun keriuhan kami tadi siang itu bikin kelas lain agak terganggu. Hahaha..
maafkan kami pasukan kelas 4B yak..
Libur sekolah
udah mau selesai nih. Duh rasanya masih males-malesan aja. Masih enak nonton
kartun spesial tahun baru, masih asyik nikmatin bebasnya bermain sama
temen-temen, masih dirumah nenek, atau masih asik sama kegiatan baru buat ngisi
liburan? Ayo donk senin depan udah sekolah. Yeyelalalala bu guru juga siap-siap
loh mau ngajar lagi.
Bener sih kalau ada
istilah jujur itu mahal. Soalnya saya sendiri mengalami dimana saya kecolongan
dengan murid saya. Jadi ceritanya mid semester kemarin saya masih cuti,
anak-anak dalam pengawasan guru lain. Begitu masuk kerja saya mendapat laporan
kalau si anak A pas mid semester dapat kunci jawaban. Karena saya sama sekali
belum tahu kronologinya cukup saya menampung laporan dari guru tersebut.
![]() |
| foto dari FB bu Ir |
Kalau hujan gini suka bikin
kenangan melayang-layang diotak yah. Apalah saya ini seorang emak melankolis
yang demen banget buat mengingat-ingat kenangan. Tapi kalau mantan sih mending
gak usah diinget kali ya, bikin KZL. Hahaha…. Gegara glenikan sama bapak sambil
menikmati hujan yang cukup deras sore tadi, obrolan seru itu ngajakin buat
kembali ke masa sekolah SD yang saya itu terkenal gembengnya. Duh…









.png)


