“Aku adalah anak gembala Selalu riang serta gembira
Karena aku senang bekerja tak pernah malas ataupun lengah
Tralala…lalalalala…tralala….lalalalalala..tralala..lalalalala
Setiap hari kubawa ternak kepadang rumput dikaki bukit
Rumputnya hijau subur dan banyak ternakku makan tak pernah sedikit
Tralala…lalalalala…tralala….lalalalalala..tralala..lalalalala”
Sepertinya syair lagu diatas tidak asing lagi di telinga kita. Yups benar sekali, itu adalah lagunya si imut Tasya. Lagu itu booming waktu saya kelas 6 SD. Hitung coba berapa tahun sudah lagu itu tenar, namun sampai sekarang masih enyak untuk didengarkan. Yeah, jaman saya SD di televisi banyak sekali hiburan anak-anak. Seperti acaranya Agnes Monica sama Indra bekti di RCTI, saya masih ingat acara itu tayang pukul 14.00 dengan sapaan khas Tralala-Trilili. Selain itu acara yabg dibawakan oleh si centil Meisy. Masih ada lagi penyanyi Joshua dengan lagunya diobok-obok, Tinatoon dengan lagunya bolo-bolo, Saskia dan Geofani dengan lagunya Ayo Menabung. Ada lagi si Chiquita Meidy, Bondan, Eno Lerian pokoknya buanyak deh..
Pada jaman tahun 1998an gak kehitung berapa penyanyi cilik yang terkenal dengan lagu-lagunya. Bisa saya katakana bahwa pada jaman itu sedang tenar-tenarnya penyanyi cilik. Sampai-sampai dulu kalau guru saya menyuruh menyanyikan lagu selain lagu wajib saya sering menyanyikan lagunya meisy yang syairnya itu “Jumpa lagi…dengan meisy disini…..” tentunya dengan gaya centil ala Meisy. Haa..ha…ha..
Fenomena tersebut sangat kontras dengan apa yang terjadi sekarang ini. Memang banyak sekali lagu yang diciptakan oleh anak negeri, tetapi bukan lagu anak-anak melainkan lagu anak Band. Coba deh, keponakan saya malah Lancar menyanyikan lagunya Band Viera ketimbang menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Ckckckckck…. Sangat disayangkan memang, kenapa “kejayaan” lagu anak-anak sekarang sangat langka. Anak-anak sekarang jauh lebih suka menjadi artis sinetron kali ya..he..he…
So, bagaimana dengan tanggapan kita terhadap lagu anak? Masihkah kita mengingat lagu anak saat kita masih kecil dulu? Yuk kita lestarikan lagu anak, sadar atau tidak lagu anak yang selama ini sudah diciptakan mengandung pesan/nasihat yang dikemas dengan baik oleh si penciptanya. Jadi, bisa juga dengan lagu kita memberi nasihat kepada anak. Berbicara dengan lagu jusru lebih asik loh, Cobain deh ^^.
Kesibukan dunia baru membuat energi saya sedikit terkuras lebih. Tapi tanggung jawab baru itu membuat saya mengerti betapa susahnya mencari uang. Okeh,,, bisa dikata "kalau boleh memilih, saya akan memilih tetap menjadi anak sekolah.." tetapi kapan mandirinya?????
Mumpung sebentar lagi murid-murid saya erima rapor...saatnya juga saya kembali di dunia blogger :)
Disela-sela kesibukan saya menyelesaikan skripsi, setidaknya postingan ini bisa menjadi tempat mencurahkan kerinduan saya dengan dunia blog. So, nantikan kembalinya saya setelah pendadaran.....OCEYHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sejauh ini selama saya hidup dari kecil sampai umur 21th ini saya merasa sangat bangga dengan orang tua saya. Karena apa? Karena mereka membesarkan saya, mengajarkan saya, mendidik saya dengan cara yang sederhana. Memang terkadang sesuatu yang lebih mereka beri untuk saya dam mbak saya, tetapi semua masih dalam porsi yang sederhana.
Di kampus, saya temui dosen saya yang sudah cukup sepuh. Sering mengajar di kelas saya dan terkadang mahasiswa "menyepelekan" beliau karena beliau terkesan sangat sederhana. Padahal kalau dari sudut pandang saya beliau itu jenius, memiliki sesuatu yang sebenarnya beliau bisa pamerkan ke khalayak. Tetapi kembali lagi bahwa saya mengidolakan beliau karena kesederhanaan yang beliau miliki.
Teman dekat saya, dari kecil sampai sekarang tumbuh dan besar bersama. Background keluarga yang sangan berbeda. Sekolah yang berbeda, namun persahabatan kami masih terjalin sampai saat ini dengan berbagai kesederhanaan yang ia miliki dan saya belajar banyak hal dari dia.
Mengenal begitu banyak teman, di kampus maupun di kos. Bersosialisasi dengan orang banyak terkadang susah, namun saya tetap mencari kesederhanaan yang mereka miliki sekalipun mereka anak orang tajir, konglomerat, anak jendral. Tapi kenapa justru mereka memilih orang yang biasanya setaraf dengan mereka. Maaf bukan berarti mengejudge tetapi fenomena yang saya temui memang seperti itu.
Lalu, apakah sederhana itu dilarang? apakah dengan kesederhanaan yang dimiliki seseorang menandakan bahwa orang itu tidak mampu/ tidak punya?? Silahkan teman-teman nilai sendiri. Yang jelas belajar untuk sederhana itu tidaklah mudah, tetapi sangat mengasyikkan.
Yah, saya terima saja deh itu. Tapi sedikit menyisakan luka dihati saya. Mengkritik judul proposal skripsi saya. Haduh mak.. sakit *tapi ya nggak selebay itu deh. Pulang kos dengan muka cemberut begitu, masuk kamar langsung deh menyerbu novel yang kemarin baru saya beli. Dan hari ini selesai deh baca novelnya. Belum juga ilang stress yang melanda diriku, akhirnya kertas HVS kosong saya ambil. Mencari-cari pensil dan penghapus, iseng deh bikin garis-garis gitu.
Belum juga selesai si Daniel komentar "bikin apa to ndul, kok elek banget" (Bikin apa to ndul, kok jelek banget). Hemm... belum tau dia, garis-garis ini kalau dikasih warna dan berani memainkan warna jadinya akan bagus loh. Gak percaya? Buktikan sendiri deh :).
Dan dengan imajinasi ala jamur di game Super Mario Bross, finally jadi deyh gambar "pegunungan berjamur"

Susah untuk dicerna? Silahkan artikan bagaimana menurut teman-teman. Jangan takut untuk bermain dengan warna. Karena hidup sebenarnya juga BERWARNA loh!
Selama beberapa hari ini fikiran saya terfokus untuk segera menyelesaikan proposal skripsi. Sebenarnya sih pengen dibuat santai, tetapi pagi tadi teman saya mengabarkan dari gedung E lantai 2 Kampus UKSW ada pemberitahuan bahwa "Jumat 28 Januari 2011 terakhir mengumpulkan proposal disertai softfile dalam bentuk Power Point dan paling lambat jam 14.00". Wadow..ini berarti mengharuskan saya untuk SKS lagi nih. Hem...saat ini saya haya bisa berkomentar "Mau menjadi seorang bergelar sarjana memang susah" .
Ya sudahlah, saya harus bisa menghadapi ini semua. Mohon doa restu ya untuk semua :D. Tingkyuuu
Kali ini saya diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikan proposal skripsi saya. Antara yakin dan gak yakin. Tapi saya harus yakin!!!! Dan target saya juli tanggal 16 saya harus wisuda. Maka dari itu saya harus bekerja keras demi selesainya skripsi ini.
Teman-teman doakan saya ya :)
Saya memang bandel, tapi beliau dengan penuh kesabaran untuk menghadapi kebandelan saya.
Saya memang keras dan kaku, tapi dengan kelembutan beliau kekakuan dan kerasnya saya bisa terkendalikan. Tanpa beliau pun saya tak mungkin ada di dunia ini.
Beliau hebat, Wonderwoman buat saya.
Tak ada yan bisa mewakilkan kasih sayangnya.
Aku sayang ibu,
SELAMAT HARI IBU
Kangen, mungkin bagi sebagian orang pernah merasakan kangen. Rasa yang sangat wajar ketika lama sekali tidak berjumpa dengan orang yang kita sayangi, teman dekat, bahkan kekasih. Lalu bagaimana rasa kengn itu bisa terobati? Banyak orang mengatakan obat angen adalah ketemu orangnya langsung. Benar atau tidak semua bergantung pada penilaian diri masing-masing. Dan bagaimana rasanya kita dikangenin sama orang lain?
Ketika kita dirindukan atau dikangenin oleh orang lain pasti kita merasa bahwa kehadiran kita ternyata memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain sehingga orang lain menantikan kehadiran kita lagi. Atau bahkan mereka merasa kita adalah orang yang cukup penting dihati orang lain. Hal serupa saya alami ketika saya untuk kedua kalinya berkunjung ke sekolah setelah perpisahan PPL kemarin.
Baru memasuki gerbang sekolah anak-anak masih menghafali saya, mereka berlari menyusul saya dan berebutan untuk bersalaman sambil berteriak-teriak memanggil nama saya. Bahkan ada beberapa murid saya yang langsung memeluk saya sambil berkata “bu chela, saya kangen”. Wow!!! Awesome. Mereka merindukan saya, dan langsung mereka meminta saya untuk kembali mengajar di SD tersebut. (sebenarnya saya tidak menolak jika pak kepala sekolah meminta saya untuk bekerja di sd tempat saya PPL. He..he..he). Saya berkunjung ke SD ketika jam istirahat, jadi semua siswa sedang asyik bermain di lapangan dan langsung saya dikerubuti oleh murid-murid sambil mereka sesekali “mengadu” hal-hal kecil kepada saya. Ah memamng dunia anak itu sangat menyenangkan.
Niat saya ke sekolah adalah bertemu dengan kepala sekolah, namun hasilnya pak kepala sekolah sedang pergi. Keluar dari kantor kepala sekolah, saya melewati ruang kelas 4B. Saya kaget manakala siswa siswi kelas 4B langsung berhamburan keluar kelas dan salah seorang siswa yang bernama Chia memeluk saya dan bilang “bu, kangen banget sama bu Chela. Disini saja to bu, ngajar kita lagi”. Haduh, pernyataan yang cukup membuat saya terharu. Namun saya senang itu artiya anak-anak mencintai saya. Seorang guru praktek yang kemarin selama 3 bulan membimbing mereka.
Apakah saya tidak merindukan mereka? Sebenarnya saya rindu a.k.a kangen dengan mereka. Cara saya mengatasi rasa kangen itu ya sesekali melihat foto-foto mereka di laptop, memandang bingkisan-bingkisan kecil dari mereka, terkadang sesekali anak-anak sms saya dan sms itu bertuliskan “bu chela baru apa?kangen sama bu chela, besok ke SD lagi ya bu”. Hemm… indahnya bisa memasuki dunia mereka, senangnya mereka merindukan saya.
Sahabat blogger apakah merindukan saya juga??? He..he..he…
Kali ini mungkin terbilang jahat ataupun tega.
Tapi , kebosanan itu memang ada diantara kita sayangku.
Maafkan aku sayang.
Semoga ini tidak akan lama..




.png)


