
Tekan Tombolnya dan Perkalian Jadi Lebih Seru!!!
2 x 3 berapa ?
Intan menjawab "eee.... 8!"
Ulangi! Perintahku yang disusul jarinya menghitung secara berulang dua kalinya tiga.
"Enam, mah!" Dan matanya berbinar.
Lagi, 2 x 6 berapa ?
Lamaaa sekali aku menerima jawaban dari dia seperti papanya dulu menanti jawaban saat mengajakku berpacaran. Halah... Begitu di jawab Intan lhaaa kok salah. Asli deh ya menghafal perkalian itu sulit dan berkali-kali Intan bilang...
"Matematika itu susah yo, mah! Aku nggak suka!!!"
Aku sedang merenungi sesuatu.. Mana sedang hujan lagi ketika ngetik ini. Kira-kira begini.... Kalau targetnya di tahun 2045 nantinya Indonesia melahirkan generasi emas, peran penting itu lahir dari siapa? Oke.. Anggap saja kita sepakat kalau lahir dari keluarga yaaa sebagai komponen utamanya. In case tentang asupan gizi dan pola asuh anak-anak. Selain itu ada peran siapa? Yaaa.. Guru. Oke.. Sepakat yaa... Guru.
Jadi, aku akan bercerita soal anak ragilku. Dua hari yang lalu aku ajak periksa ke dokter Seta selaku dokter anak sejak dia lahir. Kali ini aku memang sengaja meminta papa buat periksa di klinik dokter Seta dengan pertimbangan jam prakteknya sore dan nggak perlu antri lama kalau di rumah sakit gitu. Otomatis non BPJS.
Sakit Gigi dan Berujung Cabut Gigi di drg. Agus
"Betah banget ngopeni sakit gigi toh?"
Tante Pina agak ngegas ketika aku sambat soal sakit gigi. Masih dalam masa cuti saat itu dan memang ngrasain sisa akar gigi berlubang senut-senut. Sempet dilihat dan ada semacam benjolan kecil di gusi luar berisi nanah dan darah. Oke lah yaaa masih abai karena cuma senut-senut aja dan benjolan kecil itu kempes kalau selesai sakit gigi.
Intan : "Mama... gigiku belum dicabut sama bu dokter!"
Papa : "Dia nangis, Ma! Baru dikasih yang dingin-dingin udah nangis kejer. trus dokternya bilang ya jangan dipaksa takutnya trauma."
"Pokoknya saya menunggu permintaan maaf dari kalian!"
Siang itu di kantor dalam suasana agak ramai, seorang wali murid tiba-tiba marah-marah dan membawa kaca. Kaget donk saya karena saya pergi jemput Intan di sekolah, eh sesampainya di kantor ada keramaian dan kebetulan yang duduk di depan wali murid (yang sering komplain itu) adalah anak-anak kelas lima. Anak didik saya huhuhu.
Rengekan siang itu sepulang sekolah adalah Intan meminta sebuah mainan yang saat itu dia sebut "tek-tek-an". Tentunya saya membayangkan yang agak jauh karena sepemahaman saya mainan tek-tek-an adalah mainan dari tanaman pletekan yang tumbuh liar di lahan kosong sebelah rumah. Tapi ternyata maksud Intan justru berbeda.
Rawat Inap Melahirkan Melalui Prosedur Poli ~ Ya pokoknya begitu deh judulnya mengingat saya juga mengetahui prosedur yang saya lewati itu juga dari tetangga belakang rumah yang kebetulan perawat di Yakkum. Cerita tentang pengalaman melahirkan Mutiara secara operasi SC dan dengan biaya BPJS sudah pernah saya tulis. Yang belum baca, boleh yuk di baca terlebih dulu. Dan melalui tulisan ini saya mau bercerita lagi tentang prosedur menjadi pasien rawat inap melalui poli.






.png)


