Dibalik guru
kecil dan pembuatan blogpost yang selama ini sudah berjejer rapi di lemari
arsip, ternyata tanpa disadari saya melalui beberapa proses yang bisa dibilang
lumayan. Lumayan gampang kalau pas otak bener-bener singkron sama semuanya,
lumayan susah kalau pengen nulis tapi otak lagi macet. Mungkin saya lelah.
Hahaha...
![]() |
| maternity 34w |
Saya wajib
bersyukur ketika diantara wanita diluaran sana yang masih menantikan anugerah
berupa kehamilan. Tak perlu menunggu lama, Tuhan mempercayai kami dengan adanya
kehidupan di dalam rahim saya sebulan setelah menikah. Ketika awalnya say
amengalami sebuah kegalauan “Tuhan, kenapa secepat ini?” pelan dan seiring
berjalannya waktu justru saya sangat bersyukur karena inilah yang banyak
dinantikan oleh setiap pasangan. Ya, kehamilan saya ini memberikan dampak yang
luar biasa bagi saya.
Pagi itu matahari masih terlampau
jauh untuk menampakkan sinarnya. Ayam jantan juga masih terlelap dalam
peraduannya, bahkan rasanya keheningan dan damainya sang malam terasa begitu
singkat. Dewi malam mengintip malu dari balik genting kaca. Terlelap dalam mimpi
dan belaian malaikat malam serasa sekejap aku terbuai dalam alam mimpi.
Sebenarnya ini bukan samwan spesyel. Cuma kita
emang udah memplokamirkan diri sebagai seorang sahabat. Yes, kisah nostalgia
putih abu-abu yang mendekatkan aku sama temanku ini. Kebetulan juga dia bentar
lagi mau nikah sama temen aku jaman smp. Yes, selamat mempersiapkan pernikahan
ya, bro!
Ini ceritaku dengan seorang
sahabatku dari kecil. Namanya Ita, sedari kecil kita sering menghabiskan waktu
bersama entah itu bermain, belajar, dan mengaji di madrasah sore. Bahkan kita
sering disebut anak kembar. Kemana-mana berdua, baju hamper sama, sepeda sama,
rambut juga sama-sama panjang, yang membedakan aku kurang pinter dan temanku Ita
selalu jadi juara kelas. Hahaha..
| bokeh di gerobag wedang ronde |
Aku kembali menyelami lembaran
memori di otak yang sudah ku tutup, dan aku membukanya. Waktu itu, kita dan
teman-teman sedang bersama merayakan hari kelahiranku. Sebuah kado terindah
yang benar-benar manis itu memang sengaja bapak ibu berikan ditambah dengan
kesediaanmu menghabiskan waktu bersamaku, hari itu di ulang tahunku.
Bertemu praja apalagi praja IPDN itu identik dengan penampilan nyentrik, bersahaja, gagah, tampak tomboy, dan tegas. Tetapi kali ini, dari beberapa praja IPDN yang saya temui ada seseorang yang berbeda. Mengenalnya lewat dunia blogging, menjadi silent readers blognya, dan melihat bagaimana cara dia menorehkan tiap kalimat dalam postingannya, tidak tampak image seorang praja. Jika saya menilai gadis praja ini narsis, rame, seru, seperti mas-mas dan terlihat supel.
Mbah Suprat manggut-manggut di depan kaca sambil menata
rambut putihnya.
“Coba deh bune, aku jalan-jalan gini masih pantes dibilang
ABG”
“Iyo pak, gantengmu itu memang ndak karuan pesonanya”
“Yaaaa kalau aku ndak ganteng, mesti bune dulu ndak mau tak
lamar. Lha wong umur 63 gini masih jos lhooo”.
“Kalau dua gigi depan itu sudah ndak ada masih bisa bilang jos,
pakne?”
Sayang
Entah dengan apa aku lukiskan dirimu
Kesetiaanmu, kesabaranmu, dan pengertianmu
Pelengkap apa yang tak ada dalam diriku
Aku mencintaimu
Secara sederhana
Sesederhana kau mengindahkanku
Sebagai wanita pengisi hatimu
Sayang
Aku tak butuh mobil berharga milyaran
Tak butuh juga rumah bertingkat delapan
Ku hanya butuh dirimu dan cintamu yang sederhana
Puisi ini diikutsertakan pada Lomba buat Puisi Cinta dengan tema Puisi Cinta Untuk Kekasih
Ikutan GA lagi aaahhhh... Masih soal foto nih GA nya jadi ya ngeksis lagi. Kali ini mas Mf Abdullah yang ngadain GA dengan tema Me and Familly.
Saat nya unjuk gigi ah!!
Saat nya unjuk gigi ah!!




.png)


