Rasanya aku sedang berada di kapsul orion. Ruangannya kecil dan terdapat alat yang berdiri tegak dan kokoh dengan warna putih. Empat orang tenaga medis yang mungkin sedang magang mencoba mengatur supaya mendapatkan jepretan yang pas. Mereka saling berdiskusi tepat di hadapan wajahku. Dengan kondisi mulut menggigit sebuah alat yang dilapisi plastik klip.
"Ibu... Coba digigit di sebelah sini!"
"Agak nempel dagunya, bu!"
"Coba sambil meringis!"
"Lidahnya di posisikan di langit-langit mulut ya, bu!"
"Nanti kalau ibu ngerasa pusing bisa merem saja!"
"Tangan bisa pegangan di sini, bu!"
Kemudian aku mendapati hasil dari diskusi sesaat dari para adek-adek itu untuk segera bersiap melakukan foto x-ray. Aku tidak paham tepatnya kapan pintu itu ditutup. Yang jelas alat itu berbunyi layaknya manusia.
"Scan begin"
Sebelum aku mendengar mesin ngomong itu, ada kalimat yang sepertinya menyuruh untuk rileks. Tapi tetep saja gemeter coy! Takut kesetrum. Wkwkwkwk.
Cuma sebentar sih setelah mendengarkan alunan musik yang lumayan bikin relaks. Scan finish dan rasanya mak plong, gitu. Kemudian pintu terbuka dan adek-adek kembali sibuk di depan monitor untuk mengecek hasil pamoramic gigiku.
Dalam dunia medis dan kedokteran gigi, istilah ini merujuk pada Rontgen Panoramic (atau panoramik), yaitu prosedur pemindaian dengan sinar-X untuk menghasilkan satu gambar utuh yang menampilkan seluruh struktur mulut, gigi, dan rahang. Kasusnya karena gigi impaksi yang bikin duniaku terasa embuhlah. Pusingnya nggak ketulungan.
Tindakan ini jelas sesuai dengan rujukan dari dokter bedah mulut. Scedule pelaksanaan bedah mulut tanggal 4 Juni 2026 nanti, dan panoramic ini baru bisa dilakukan di RSUD Raden Soedjati Purwodadi. Sementara tindakan bedah mulut nantinya di RSPR atau Yakkum. Okelah... Aku tidak mau diriku tersiksa, sehingga aku mengikuti prosedur ini.
Alurnya begini....
Di hari Kamis tanggal 9 April 2026 aku membawa surat rujukan dari faskes pertama dari drg Mutia. Sebelumnya keluhan pusing dan gusi bengkak sudah terjadi seminggu menjelang lebaran. Begitu bertemu dengan drg. Mutia, beliau langsung mengatakan "impaksi ini harus bedah mulut ya, bu. Setelah lebaran kesini lagi nanti langsung saya beri rujukan ke Yakkum". Begitu penjelasannya dan pengambilan surat rujukan juga sehari sebelumnya, jadi hari Rabu sudah dapat suratnya.
Kamis siang itu aku ke Yakkum sendiri. Sebelumnya sudah mengambil antrian melalui aplikasi mobile JKN. Maklum gaes... Pengguna BPJS, gaji dipotong BPJS sertifikasi juga kena pajak BPJS 1%. Ya sudah dimanfaatkan saja dengan terus berharap pelayanan kesehatan di Indonesia semakin cepat dan baik. Menanti antrian daftar ulang lumayan lama, datanglah dia... Ya udah nyender aja sambil menikmati gusi senut-senut, kan.
Lalu setelah terdata di komputer sistem, diarahkanlah ke poli bedah mulut di lantai 2 kayaknya deh. Dan kaget donk ternyata pasiennya lumayan banyak. Kumenunggu saja untuk dipanggil sampai akhirnya aku bertemu dengan bu dokter cantik dan asisten perawatnya nggak asing banget karena biasanya ada di poli obgyn sama dr. Anita.
Cuma dilihat dari jauh dan ditanya doank. Kemudian diberikan surat pengantar untuk panoramic di RSUD Raden Soedjati karena di Yakkum belum ada. Agak skeptis yaaaa karena ya gitu deh dengan faskes milih pemerintah. Ehh nggak taunya, pelayanan di RSUD sudah sangat berbeda, loh.
Sebelum tindakan, oleh ibu-ibu yang soft spoken pagi tadi aku diminta ke kasir untuk membayar. Nah yang aku datangi adalah kasir rawat inap. Gendheng sih karena aku nggak baca! 🤣 untungnya ibu-ibu paruh baya itu ngasih tahu kalau harusnya ke kasir BPD yang ada mbak cantik dan pak satpamnya.
Agak uji nyali di sini karena bawa duitnya pas-pas an. Nunggu klunting belum juga klunting. Untungnyaaaaaaa.... Duitku nggak kurang. Wahaha. Untuk panoramic aku tadi membayar seratus empat puluh lima ribu rupiah. Kemudian bukti bayar itu dibawa lagi ke bagian radiologi. Dan setelah itu tindakan deh.
Aku berangkat ke RSUD pagi ini sebenarnya dengan rasa kesel. Ya gimana... Sendirian woy!! Untungnya aku punya nyali buat berani tanya sana-sini. Setelah ambil nomor antrian eeehh nggak sengaja ketemu temen SMA. Ya sudah... Dibantuin sekalian di bagian pendaftaran sehingga bisa lebih cepat prosesnya. Tuhan maha baik banget. Bilang apa aku? Alhamduuuuuuulilllaaaahhh.
Sambil menunggu dipanggil baik untuk panoramic dan menunggu hasilnya. Aku tuh banyak mikir..... Tempatnya sangat nyaman tapi ke sini untuk medis. Ibu-ibu di sebelahku akan foto x-ray ca mamae. Sepasang di sebelahku menunggu hasil torax. Belum lagi di bagian pendaftaran banyak yang menunggu antrian dipanggil, duduk di kursi roda, bahkan ada anggota keluarga yang nanya ke aku di mana kursi roda tersisa karena ibunya sakit stroke.
Well... Ngambegnya sih masih tapi pikiranku berperang dengan sendirinya di kepala. Ya udahlah yaaa... Memang nikmat yang paling nikmat itu adalah sehat.. Sehat... Sehat.
Hasil panoramic sudah di tangan dan tindakan bedah mulut nantinya di tanggal 4 Juni 2026. Teman-teman doakan aku agar diberi kelancaran dan kesehatan, ya!





.png)



0 comments
Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)